Proses transformasi berlokasi di RT 04 RW 02 Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, di kawasan Jakarta Timur
Apa yang para migran lakukan saat kamar-kamar kontrakan 4×3 yang menjadi ruang daur hidup sekeluarga tidak dapat mengakomodir kebutuhan ruang sosial mereka? Adakah kebosanan dan keterbatasan akan kebutuhan ruang sehingga mereka ‘tumpah’ ke jalan-jalan dan berbagai ruang komunal ‘apa adanya’ dan yang ‘terjadi begitu saja’?
Respon yang dilakukan yaitu pengembangan ruang komunal yang sudah ada sehingga dapat lebih mengakomodir keinginan warga. Melalui dialog dan redefinisi kebutuhan warga memungkinkan kami untuk mengembangkan strategi desain yang mengedepankan lokalitas dan keseharian sebagai bentuk intervensi terhadap konteks yang ada.
Proses pembangunan yang melibatkan warga memberikan kesempatan untuk menimbulkan rasa kepemilikan dan kekeluargaan bagi warga.









